Sunday, April 12, 2009

tiba-tiba sksd

begitulah caleg-caleg kita. tiba-tiba di bawah lubang pintu depan rumah teman yang saya tumpangi menumpuk selebaran. bukan promosi dari toko baru, melainkan caleg-caleg yang mengenalkan dirinya. ada yang hanya berupa kartu nama, kartu nama dilaminating, foto caleg beserta program-programnya, brosur berisi data diri dengan sederet jabatan meski masyarakat tak tahu apakah ia berperan dalam jabatan yang ditulisnya atau tidak.

yang duitnya banyak bikin promosinya lumayan bagus, pakai kertas glossy. yang duitnya pas-pasan bikinnya seperti buletin jumat. yang duitnya mpot-mpotan juga tak mau hanya pasrah, meski hanya selembar kartu nama.

lha calon wakil rakyat kok pingin dikenalnya instan begitu. saya jamin, lebih banyak warga nggak mengenal calegnya. dan apa yang saya lihat atas apa yang dilakukan teman saya pemilik rumah dengan tumpukan promosi caleg tadi hanya tersenyum. "buat apa ngirim kartu nama, kalau di jalan juga nggak tahu yang mana orangnya," kata dia.

hanya itu. artinya tak ada tindak lanjut. ibarat tamu, mengucapkan salam atau mengetuk pintu, begitu ditawari masuk baru duduk. lalu berbincang, dari masalah umum ke pribadi. apalagi kalau bukan rencana maju ke kursi dewan. yang terjadi, entah siapa yang disuruhnya mengirimkan promosi itu ke rumah-rumah. ya dicueki warga. mungkin kalau diberikan sendiri, kenalan sendiri paling tidak warga tahu. sosl dipilih atau tidak, ya terserah apa yang sudah dilakukannya selama ini.

No comments:

Post a Comment