Wednesday, April 29, 2009

bukan putera daerah

sekelompok massa kemarin menolak pelantikan kepala dinas pekerjaan umum provinsi kepri yang baru. mereka mempertanyakan mengapa yang dipilih gubernur bukan putra daerah, melainkan orang dari jakarta. apakah memang tak ada lagi putera daerah yang mampu memangku jabatan tersebut?

jawaban pihak gubernuran: dipilihnya orang yang dekat dengan pemerintah pusat adalah untuk mempermudah lobi serta hubungan yang selama ini telah dilakukan kepala dinas pekerjaan umum sebelumnya.

kalau massa mempertanyakan pelantikan kadis pu baru, kepala bkd di lingkungan pemprov justru belum pernah bertatap muka dengan calon kadis pu baru tersebut. bahkan pejabat ini tak tahu nama lengkap calon kadis pu tadi.

massa tetap pada pendiriannya. prinsip mereka: percuma saja jika pejabat tidak didukung oleh masyarakat. demo, unjukrasa, penggalangan massa memang bukan hal baru sejak digulirkannya reformasi. aku jadi ingin sekadar membolak-balik kenangan akan reformasi, penguasa orde baru ditumbangkan. sayang mahasiswa hanya menumbangkan penguasa, bukan menyiapkan sistem baru. hasilnya, zaman reformasi keadaan bukan lebih baik. kalaupun ada indikator ke arah perbaikan, masih terlalu jauh dari angan-angan mahasiswa.

semoga pilihan orang-orang pintar atas kepala dinas pekerjaan umum yang baru sudah mempertimbangkan banyak hal. dan semoga massa tak terjebak pada primordialisme sempit. yang paling pas menurut aku: sebuah kebijakan publik membuat pemerintah lebih bergairah melayani masyarakat dan sebaliknya, masyarakat mendapatkan pejabat yang bisa diajak curhat, berbagi rasa untuk kemajuan daerah tempatnya ditugaskan.

No comments:

Post a Comment