gunung lengkuas belakangan ini menjadi sorotan. bukan didaki para pendaki. keindahannya semakin pudar. tetapi yang paling penting, pepohonannya dikhawatirkan berganti rupa dengan perumahan warga atau alih fungsi lainnya.
sebelumnya, temanku yang membuka usaha air minum isi ulang mengeluh lantaran para pencari batu untuk dipecah menjadi material bangunan merambah kawasan hijau ini. tahulah kalau batu sebesar gajah yang dibongkar, akar pepohonan di sekitarnya akan tercabut. menimbulkan bopeng tanah. sebagai warga yang mengandalkan mata air alami dari sini, pantas ia khawatir.
bukan itu saja, warga juga sudah berani mencabut patok-patok batas hutan lindung di kawasan ini. kepala dinas pertanian dan perkebunan kabupaten bintan beberapa hari lalu memberikan komentar, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan. menurutnya, yang dicabut memang baru sedikit, namun sosialisasi adalah tugas yang ada di pundaknya.
banyak pertanyaan di otakku: mengapa warga nekat mencabuti patok batas hutan lindung? mengapa pemerintah baru bertindak (biasanya) setelah terjadi sesuatu?
Monday, April 27, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment