Wednesday, April 29, 2009

balap is the part of young men

menikmati malam minggu di kedai tenda, kawasan bintan center, batu 9, tanjungpinang. segerombol anak muda asyik berbincang di meja bundar di salah satu kedai. mereka memesan kopi panas, mie ayam atau sekadar merokok. sekilas, mereka terlihat seperti anak-anak sekitar. padahal, mereka datang dari batu 47 arah uban.

apa gerangan yang membuat mereka turun gunung? bahkan katanya setiap malam minggu? tak lain dan tak bukan, bertarung dalam balapan liar. tentu mereka sadar, tentu mereka paham, kegiatan itu tak disukai polisi, dibenci sebagian warga yang menganggap kegiatan tersebut tak ada gunanya. main-main dengan nyawa. itu mereka... lain dengan anak-anak muda yang doyan ngebut ini.

meski harus kejar-kejaran dengan polisi, tetap saja tak kapok. meski motor dijaring dan menginap di kantor polisi berbulan-bulan hingga akhirnya ditebus dengan sejumlah uang yang seharusnya bisa dipakai untuk membeli baju atau celana baru daripada dikasihkan polisi begitu saja, balapan liar tetap berlangsung. ada yang patut kita acungi jempol dari komunitas semacam ini: kekompakan.

"harusnya teman saya tak memberi tahu polisi di mana alamat saya. eh malah ditunjukkan, termasuk keterangan kalau saya punya bengkel oprek sepeda motor," ungkap seorang remaja yang dari awal pembicaraan suka berteriak keras kepada teman-temannya kalau ia tak menyukai apa yang dilakukan gengnya.

tak takutkah mati? ia menunjuk temannya yang sedang memasang stiker di kaca lampu depan motornya. "dia pernah sekarat. motor yang dikendarainya ditabrak tepat di tengah, yang menempel tinggal karburatornya. kepalanya dijahit entah berapa buah. biaya pengobatannya saja menghabiskan 90-an juta. kami temannya. tahu bagaimana resikonya. tetapi jiwa kami tetap balapan liar," jelas seorang pembalap liar.

dari bincang-bincang malam itu, ada pertanyaan untuk kita: akankah bakal ada arena balap resmi untuk mereka untuk berlatih dan bertanding? kalau hanya event yang tak tentu digelar sekian bulan sekali, tak sebanding dengan kuantitas latihan yang dilakukan hampir setiap malam minggu.

No comments:

Post a Comment