Tuesday, April 28, 2009

dua hari sekali

diobok obok airnya diobok obok, ada ikannya kecil-kecil pada mabok. itulah sepenggal lagu yang dinyanyikan joshua kecil. menggambarkan betapa asyiknya ia bermain air. itu bagi joshua, bagi aku... nunggu dua hari sekali air ledeng hidup.

jangan ditiru, aku termasuk orang yang paling malas mencuci. apalagi kalau air habis, pakaian menumpuk. biasanya aku bawa ke batam setiap minggu untuk dicuci. malas, ya? belakangan ini air mengalir malam, artinya aku harus berjaga kalau tak ingin ketinggalan kereta. pagi kadang masih mengalir, tetapi tak lama kemudian mati.

aku tinggal di ibukota provinsi, bukan kota kecil yang biasa bagi warganya mandi di sungai. yah, mungkin pemerintah tengah pusing memikirkan bagaimana mengurus air agar lancar. agar warganya bisa mandi dengan tenang, kapan saja. soal mandi, aku pernah punya pengalaman menarik. yakin jika malam itu air mengalir, aku dan teman menunggunya. eh, tak juga mengalir sampai pagi. ya sudah, kelabakan jadinya. bahkan untuk buang air besar pun harus menyelinap ke toilet masjid. masjid di komplek perumahan hang tuah permai dan masjid raya depan gor kacapuri adalah dua tempat yang menjadi saksi mati betapa kelabakannya aku saat jadwal air seharusnya mengalir ternyata molor juga.

ada berita, debit air di waduk sungai pulai yang menjadi gantungan kebutuhan air menurun drastis. waduh, berarti kemungkinan lambat ngalir bakal menjadi sesuatu yang mau tak mau harus dianggap biasa. ah, bukan hanya aku kok yang kesulitan air. nyatanya warga tanjungunggat pun mengalaminya. aku pernah mendengar langsung seorang caleg membantu berdrum-drum air bersih untuk warga setempat sebagai bentuk sosialisasinya.

sampai kapan?

No comments:

Post a Comment