Saturday, March 28, 2009

yang merah tak harus berhenti

Setiap kali menunggu lampu merah di simpang barek motor kijang, pasti ada yang cuek bebek dengan isyarat lampu pengatur lalulintas. Pikir saya, apakah menanti menyalanya lampu hijau dianggapnya perbuatan sia-sia belaka?

Padahal jelas, lampu isyarat tadi dipasang untuk keselamatan warga di jalan raya. Sebenarnya juga, mereka yang sok jagoan, yang tak peduli lampu menyala merah, kuning, hijau cukup sadar akan lebih aman menaati aturan yang sudah ditetapkan. Saya berani menjamin warga tahu merah bukan PDI, kuning Golkar dan hijau PPP, melainkan tanda berhenti, bersiap dan jalan. Ada seorang warga yang mengatakan, buat apa menunggu merah menyala. Diterobos juga nanti tetap merahnya menyala kok. Aduh, pikir saya.

Dan baru-baru ini saya hampir terjatuh karena seorang pengendara tiba-tiba menyalip dari arah kanan, saat saya bersiap berhenti karena lampu merah menyala. Rupanya ghostrider tadi memilih jalan lapang untuk menerobos lampu merah. Jika dia langsung, terhalang truk besar di depan saya. Tak hanya membuat saya kaget, pengendaranya tadi masih sempat memaki saya. Jujur saja, saya sempat mengeluarkan balasan makian meski tak didengarnya.

Entah sudah berapa kecelakaan di simpang ini. Tetap saja banyak yang ndableg. Atau nunggu jadi korban berjatuhan baru sadar?

No comments:

Post a Comment