sesekali main ke kpu kabupaten bintan yang ada di kijang. entah sudah berapa kali saya ke tempat ini, selalu saja ketuanya tak ada (memang ketika saya hubungi hapenya sedang tugas). keberuntungan itu akhirnya datang juga, meski sang ketua tak ada akhirnya ada kesempatan buat tulisan tentang pelipat surat suara. oleh pak satpam saya disarankan ke lantai dua ruko samping kantor kpu.
cetok cetok cetok, alas sepatu saya berbunyi menaiki tangga. di atas saya berjumpa dengan seorang pegawai kpu yang tengah mengawasi warga yang melipat surat suara. saya minta izin untuk sedikit wawancara. begitu tahu maksud saya, sama bapak yang satu ini saya disarankan menjumpai pak anu. alasannya begini, setiap wartawan yang mau wawancara biasanya ke pak anu karena dia dulu wartawan. kalau kamu lama di sini pasti tahu namanya. takutnya saya nanti kurang pas ngasih keterangan.
sebenarnya, yang saya tanyakan tak ada kaitannya dengan pak anu yang bekas wartawan. pak anu bagiannya A, padahal yang hendak saya buat beritanya seharusnya orang kpu yang menangani bidang B. setelah sedikit bicara, akhirnya saya bisa melakukan wawancara dengan narasumber yang tepat. saya diajak ke lantai dua, menyaksikan puluhan warga sibuk melipat surat suara. ada yang berkempok ada juga yang sendiri-sendiri. yang kelompok terdiri dari empat orang, nanti hasilnya dibagi rata, dihitung dari jumlah surat suara yang berhasil dilipat. bahkan ambil foto juga oke.
akhirnya dapat juga berita dari kpu. ketika saya hendak balik, sama narasumber yang ini juga disarankan ke pak anu. waduh, mengapa harus ke dia ya? dan saya juga tak tahu, apakah bekas wartawan yang bekerja di sebuah institusi juga selalu diberi tugas menghadapi wartawan-wartawan yang ingin mencari berita? dan saya memilih untuk menuliskan apa yang saya dapat dengan catatan, narasumber saya memang kompeten, informasinya berimbang jika memberitakan sesuatu yang menyangkut dua pihak.
Friday, March 27, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment