bintan island blogger community, sebut saja bibcom, sebuah wadah blogger yang ada di pulau bintan. bagus, saya suka, bangga, saat baru pindah ke pulau ini ikut meramaikan pelatihan blog untuk pelajar se-tanjungpinang di sekolah pelita nusantara. terlihat sekali semangat kawan-kawan untuk menyongsong datangnya masa blog di kota ini. apalagi walikota tanjungpinang, suryatati a manan bersedia hadir. ada juga anggota dewan begitu serius mengikuti jalannya pelatihan.
saya membayangkan, pasti teman-teman bibcom bekerja keras agar acara ini terselenggara. sebuah komunitas tanpa anggota, mungkinkah? pasti dari dasar pemikiran itu pelatihan dilaksanakan, biar pelajar yang dilatih pada bikin blog. kalau semua pelajar (jangan sebut yang sd, tetapi kalau memang bisa mengapa tidak ya?) di tanjungpinang memiliki blog masing-masing, betapa ramainya lalulintas artikel di bibcom.
lihat juga, betapa antusiasnya pelajar menyimak materi tentang blog. sejumlah pertanyaan dilontarkan, pertanyaan untuk blogger awal sih, namun cukup membuat hati senang. logo bibcom yang penuh warna, saya juga suka. menyiratkan harapan yang besar kelak kemudian hari.
sayang, kabarnya belakangan ini sesama anggota bibcom ada sedikit ketidakcocokan.
lalu saya sedih, belumlah cukup umur bagi bibcom untuk merambah niat yang belum kesampean. baru satu kegiatan yang dilakukan (selain kopi darat tentunya). masih banyak yang bisa dilakukan untuk menjangkiti warga kota dengan virus blog. saya masih menggantungkan kaos berlogo bibcom di almari gantung saya. saya simpan. tetapi selalu saya lihat saat membuka pintu almari hendak ganti baju.
warna logo itu meriah, warna-warni. seperti tersenyum kepada saya, selamat pagi itu yang paling sering diucapkannya. jarang ia mengatakan selamat sore atau malam, karena air di rumah saya memang kadang tak hidup. tetapi kalau pagi saya usahakan untuk tetap mandi, dan saling sapalah kami. antara saya dengan logo bibcom tadi. kalau sore, boro-boro mandi, pulangnya saja malam. kata pak dokter, jangan pulang malam-malam. atau bibcom perlu dibedah dokter agar kembali bisa tertawa diantara kita? syaratnya sang dokter tak boleh satu, melainkan kita. semuanya...ketik sisa postingan sampai selesai
Saturday, March 28, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment