seorang ayah bercerita kepada saya tentang anaknya. sang ayah bukannya orang kaya, dia berasal dari kampung pelosok di jawa timur. merantau ke berbagai daerah di indonesia sebelum akhirnya jatuh cinta kepada seorang perempuan di tanjungpinang. dengan kerja keras, orangtua ini menyekolahkan anaknya dari tk, sd, smp, sma hingga mampu kuliah di sebuah perguruan tinggi ternama di jakarta. kalau saya sebutkan pasti anda tahu. sudah jelas berapa banyak duit yang dikeluarkan untuk biaya kuliah si anak.
yang diharapkan orangtua kepada anaknya yang kuliah adalah lulus. dan si anak lulus, dengan nilai yang lumayan membanggakan tentunya. nasib baik, si anak diterima bekerja di batam. gelar sarjana ekonomi akuntansinya masih cukup mengundang minat perusahaan bonafid di batam untuk mempekerjakannya sebagai pegawai. mapan.
tiba-tiba saja ia banting stir. tentu saja keputusannya membuat bapak ibunya sempat terkejut. mengapa, ada apa, bagaimana nanti? wajar, siapa orangtua yang ingin anaknya hidup susah kelak? mau tahu pekerjaan apa yang dipilih sarjana akuntansi ini? berjualan air tebu. jangan remehkan tebu bung! sebatang tebu harganya seribu perak, ketika digiling bisa dijadikan dua botol. per botol harganya tujuh ribu perak. bisa juga dibeli per gelas, begitu digiling gelas ditaruh di bawah tempat keluarnya air tebu gilingan. mau tahu berapa batang tebu sarjana ekuntansi ini bisa menghabiskan tebu dalam sehari?
minimal 100 batang tebu.
Friday, March 27, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment