Friday, February 6, 2009

kreatif atau ...

sekian lama tak mengunjungi tanjungpinang, akhirnya aku kini berada di sini. jalan raya batu delapan atas, wow menawan. cukup lebar untuk lalulalangnya kendaraan. betapa senangnya warga. sore hari, setiap kali pulang dari kantor aku saksikan dua atau tiga keluarga kecil menikmati suasana. ayah di depan, ibu di belakang, si anak di tengah. bahagia sekali.

nyaris bisa dikatakan mulus, kalau pun ada lobang kecil tak mengurangi kata sepakat ini : mulus jalannya. dengan dua jalur, lalulintas seharusnya tertib. namun kenyataannya berbeda, masih sempat aku dengarkan umpatan pengendara kepada sesama pengendara. begitulah manusia, dari jalan tanah diaspal, aspal kurang lebar diperlebar belasan meter, maih juga kurang puas.

salah satu bentuk ketidakpuasan, coba kita pembatas antara kedua jalur. seharusnya lebih tinggi, karena memang dibuatnya seperti itu. sayang, di beberapa tempat dirusak warga. apalagi tujuannya kalau membuat jalan baru yang lebih cepat, daripada harus memutar mematuhi aturan yang sudah ditetapkan. mohon jangan senewen tatkala hendak lurus dengan kecepatan tinggi dengan mengambil jalur kanan eh melihat kendaraan lain juga berada di jalur kanan (jalur cepat) namun bukan memacu kendaraannya. ia justru asyik menyalakan lampu sign kanannya, tanda mau berbelok. anda boleh yakin jalan putar masih jauh di depan, cuma si pengandara di depan anda tak perlu jalur putar itu, ia sudah punya cara sendiri. ya tadi, membelokkan kendaraannya di ruas pembatas yang dirusak dibuat jalan.

biasanya jalan ala warga yang kurang memathu aturan lalulintas ini dibuat di depan persimpangan. mungkin malas memutar, jadi langsung aja belok.
.

No comments:

Post a Comment