seminggu lalu aku buka website pemkab bintan. dunia maya memang sudah menjadi kebutuhan manusia dan kelompoknya, tak terkecuali pemerintah daerah. hampir semua kabupatan atau kota, provinsi, kini membuat website masing-masing. banyak yang bisa didapatkan dengan terobosan ini, salah satunya menampung informasi yang berasal dari warga.
kemajuan zaman telah mengesampingkan pemikiran website pasti akan kosong karena daerah pembuatnya sebagian besar penduduknya buta internet. toh diantara sekian warganya pasti melek teknologi informasi. apalagi mereka yang tak puas dengan kondisi daerahnya lalu nekad merantau ke kota besar. dari warga yang awalnya takut memegang mouse, kini internet sudah menjadi makanan biasa. sekadar chating, ngunduh lagu di multiply (meski diprotek tetap saja bisa dijebol he he he), atau iseng-iseng liat video porno yang selalu diupdate per menit oleh pengelolanya (blogger seperti aku harusnya malu sama pengelola web porno yang bisa rajin mengupdate halamannya).
intinya, di website pemkab bintan ada link potensi. begitu dibuka muncul bidang a, b, c, d. lumayanlah isinya daripada kosong. tetapi adminnya mungkin lupa ia juga memunculkan fasilitas polling yang pertanyaannya: informasi apa yang ingin anda dapatkan dari website ini? aku klik hasil voting, ternyata 70 persen netter menginginkan informasi tentang pariwisata kabupaten bintan. ups, sepertinya dalam link potensi tak ada bidang ini.
apa sih susahnya kembali ke halaman awal dan membuka link tersebut? benar, tak ada potensi pariwisatanya. kebetulan saja kenal dengan orang humasnya, pakai sms (biar ngirit) kukirimkan penemuan yang tentu saja tak sedahsyat tertangkapnya jaksa urip karena nggangsir duit kliennya. alhamdulillah dibalas, diminta menghubungi staf. kembali kutelepon sang staf (agak mahal dikit gak papalah, demi tulisan di blog ini) dan dijawab: oh ya, akan segera diperbarui.
menurut aku sih, kabupaten bintan ini kaya akan potensi wisatanya. tiga empat tahun lalu, beberapa kali aku ke trikora. pantai indah dengan daun kepala di kanan kiri jalan yang merayu dan menggoda iman untuk melupakan sholat zuhurku dan tidur-tiduran di bawahnya. indah. tentu ada pantai lain, atau air terjun yang kerap disebut di media massa.
seandainya pemerintah menyadari betapa pentingnya website bagi promosi, tentu website dibuat tak asal jadi. tak asal menghabiskan anggaran yang sudah disediakan. aku sendiri tak tahu berapa harga sebuah website yang dianggarkan. setahuku sih, muraaaaah. apalagi sekarang, semakin muraaaaah. bahkan untuk beli domain saja asal ada fasilitas internet banking di rumah (tak perlulah pakai internet kecepatan tinggi, yang lelet juga gak papa), hanya butuh waktu menitan. tak lagi jam-jaman apalagi harian.
Sunday, February 15, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment