minggu sore lalu, aku ditertawakan istri teman karena melihatku balik ke batam membawa tas besar. seperti pendaki gunung saja, katanya. aku tersenyum saja, tak ada lagi yang ingin kujawab. ya memang isinya pakaian kotorku selama seminggu. susahnya jadi orang malas mencuci sendiri.
di batam tinggal serahkan ke istri, beres. kamis siang balik lagi ke tanjungpinang dengan pakaian yang sudah rapi diseterika. begitu pulang ke rumah di hang tuah, lalu bertemu istri temanku, giliran aku yang ngakak melihat tumpukan pakaiannya, pakaian suami dan anaknya numpuk di sudut ruangan. rupanya air mati hampir seminggu. busyet.
kemarin, sebelum sholat jumat aku harus datang lebih awal. bukan takut tak mendapatkan shaft depan, melainkan mengincar kamar mandi masjid yang kosong. sampai di masjid komplek rumah, alhamdulillah ada satu kosong. sementara tiga lainnya tertutup, terdengar bunyi air disiramkan ke tubuh. ha ha ha, warga berebut mandi di masjid rupanya.
untung pakaian kotor aku bawa ke batam. kalau tidak, betapa susahnya dekat dengan orang lain. masa celana dalam harus pakai side a dan side b, seperti kaset lagu-lagu itu. atau kaos dalam dipakai lagi karena tak ada pilihan. pasti seng.... baunya. aku belum survei, mungkin toko-toko parfum di tanjungpinang laku keras saat seperti ini. nggak mandi, semprot perfum. wuah.... bikin mabuk lalat.
kalau sesekali menjadi orang kaya tak apalah. apa pasal? dua hari tak mandi, hari ketiga tak akan kuat menahan gerahnya kulit tubuh. mau tak mau panggil tukang air galon isi ulang, beli beberapa galon untuk mandi dan keperluan buang air kecil dan besar. doanya sih jangan sering-sering sakit perut, bisa-bisa kehabisan air galon he he.
Friday, May 1, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment